Minggu, 29 November 2009

Miley Cyrus - 7 Things

Intro:
D D D
Sha, Sha, Sha

Verse 1:
Em C (Repeat)
I probably shouldn't say this
But at times I get so scared
When I think about the previous
Relationship we shared

Em
It was awesome but we lost it
C
It's not possible for me not to care
Em
And now we're standing in the rain
C
But nothin's ever gonna change
Em C
Until you hear, my dear

Chorus:
G
The 7 things I hate about you
Em C D
The 7 things I hate about you, oh you
G
You're vain, your games, you're insecure
Em
You love me, you like her
C
You make me laugh, you make me cry
D
I don't know which side to buy
G
Your friends they're jerks
Em
When you act like them, just know it hurts
C D
I wanna be with the one I know
G Em C D (hold)
And the 7th thing I hate the most that you do
D - D
You make me love you

Verse 2:
Em C
It's awkward and silent
Em C
As I wait for you to say
Em C
What I need to hear now
Em C
Your sincere apology

Em
When you mean it, I'll believe it
C
If you text it, I'll delete it
Em C
Let's be clear
Em C
Oh I'm not coming back
Em C
You're taking 7 steps here

(Chorus)
G
The 7 things I hate about you
You're vain, your games, you're insecure
Em
You love me, you like her
C
You make me laugh, you make me cry
D
I don't know which side to buy
G
Your friends they're jerks
Em
When you act like them, just know it hurts
C D
I wanna be with the one I know
G Em C D (hold)
And the 7th thing I hate the most that you do
D - D
You make me love you

Em C (Repeat. chords are strummed once)
And compared to all the great things
That would take too long to write
I probably should mention
The 7 that I like

The 7 things I like about you
Your hair, your eyes, your old levi's
And when we kiss, I'm hypnotized
You make me laugh, you make me cry
But I guess that's both I'll have to buy
Your hand in mine
When we're intertwined everything's alright
I wanna be with the one I know
And the 7th thing I like the most that you do
You make me love you

D D
Sha, sha
D D
You do

Em C G
Ooo-ooo-ooo-ooh
Em C D
Ooo-ooo-ooh (Repeat)
Readmore »

Rabu, 25 November 2009

Di Balik Kisah-Kisah Hacker Legendaris


Judul Buku: Di Balik Kisah-Kisah Hacker Legendaris
ISBN : 978-979-794-044-7
Pengarang : Wicak Hidayat dan Yayan Sopyan
Penerbit : Mediakita
Tahun Terbit : 2007
Tebal Buku : 143
Harga Buku : Rp. 19.500,00



Wicak Hidayat, pria yang lahir di Depok, 28 April 1980 ini dikenal juga dengan nama samaran Sihir Hujan di dunia maya. Ini sesuai dengan e-mailnya, sihirhujan@yahoo.com. Penggemar komputer dan sastra ini mengagumi kreativitas dari para hacker, baik di bidang komputer maupun di bidang lain. Ia memantau dan melaporkan secara rinci persidangan hacker situs KPU, Dani Firmansyah dalam Pemilu 2004 untuk situs berita www.detikinet.com. Wicak menetap di area Depok bersama istrinya, Hesti Pratiwiafwiani, dan putri pertamanya Raissalma Sabarni Hidayat. Bukunya yang telah terbit adalah “Mengamankan Komputer dari Spyware” (mediakita, 2007). Selain itu karyanya termuat dalam “Antrologi Puisi Bunga Matahari” (Avatar Press, 2005), antologi cerpen dan flash fiction “Biarkan Aku Mencintaimu dalam Sunyi: E-mail Terbuka Seorang Selingkuhan” (Gradien, 2006) serta kumpulan cerpen “Lok Tong” (CWI, 2006).

Yayang Sopyan, tidak mau disebut orang serba bisa, meskipun banyak tulisan dan gagasannya memeperlihatkan kemampuan dan minatnya di beberapa macam bidang. Mulai dari teknologi informasi, sosial politik, pendidikan, bahkan sastra dan filsafat. “Kebetulan saja, saya tergolong orang yang punya rasa penasaran mengenai banyak hal dan mau mempelajarinya,” ujar alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu.
“Kadang-kadang,” lanjut lelaki ini, “banyak urusan itu hanya soal kesabaran dan sedikit logika saja.” Tidak ada yang mustahil untuk dipelajari. Panduan di buku ini akan membuktikannya. Sementara cukup banyak orang yang mengira bahwa hanya orang-orang istimewa saja yang akan mampus menggunakan komputer, buku ini malah memperlihatkan bahwa siapa pun bisa menggunakan komputer sesui dengan kebutuhannya. Tidak sesulit yang dibayangkan orang.

Buku ini menceritakan hacker legendaris yang melakukan kejahatan luar biasa di dunia per komputeran, dari Linus Torvalds, Robbert Tappan Morris hingga Kevin Mitnick. Dimana setiap kisahnya diceritakan, disertai dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi ketika pada jaman tersebut. Sehingga pembaca setidaknya dapat mengetahui secara tidak langsung apa saja yang sudah dilakukakan oleh para hacker terkenal tersebut.

Keterbatasan halaman dalam buku ini merupakan kendala utama dalam menjelaskan semua kisah hacker yang lebih mendetail lagi, dengan hanya 143 halaman pembaca diberikan sajian dengan sesingkat mungkin dari kisah para hacker tersebut. Sehingga cerita yang seharusnya dapat lebih menarik lagi terhalang dengan keterbatasan halaman tersebut dan berkesan lebih setengah-setengah dalam memberikan suatu kisah para hacker terkenal itu.
Readmore »

Seni Internet Hacking


Judul Buku: Seni Internet Hacking
ISBN : 979-98545-0-4
Pengarang : S’to
Penerbit : www.jasakom.com
Tahun Terbit: 2004
Cetakan pertama : Juni 2004
Cetakan kedua : Juni 2004
Cetakan ketiga : Juli 2004
Cetakan keempat : September 2004
Cetakan kelima : Desember 2004
Cetakan keenam : Januari 2005
Cetakan ketujuh : Maret 2005
Cetakan kedelapan : Juli 2005
Cetakan kesembilan : Februari 2005
Cetakan kesepuluh : Juli 2006
Tebal Buku : 134
Harga Buku : Rp. 45.000,00



S’ to adalah konsultan dan praktisi independen di bidang keamanan komputer. Selain sebagai pendiri dan pengelola mailing list dan situs pemerhati keamanan komputer di Indonesia, Jasakom.com, dia juga aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan keamanan komputer. Buku ini adalah buku keempatnya setelah setelah tiga buku yang diterbitkan Elex Media yaitu, Membedah PC dengan Turbo Pascal (terbit 1994), Belajar Sendiri Pemrograman dengan bahasa Assembly (terbit 1995) dan Menguasai Windows Server 2003 (terbit 2004).

Buku karangan S’ to yang hanya berhalaman 134 ini berisi tentang proses dalam membobol situs dalam internet. Bukan hanya berisikan teori dengan sejumlah kode-kode yang dapat digunakan untuk membobol situs tersebut, tapi disini juga pembaca diberikan analisa logika yang membuat seseorang dapat berfikir lebih dalam lagi. Berusaha membuat pembaca menjadi cerdas dengan teknik-teknik kreatif yang diterangkan oleh penulis, tidak hanya mengandalkan tools hacking yang mempermudah proses penghackingan. Penulis juga menerangkan bagaimana mengatasi dan menghindari hacker nakal yang akan merusak data-data penting yang berada di dalam komputer anda.
Penjelasan yang disertai sedikit lelucon yang khas dari penulis membuat pembaca tidak bosan dan tidak jenuh dengan penjelasan tentang seputar hacking lainnya. Ditambah lagi dengan tersedianya cd yang mencangkup video rekaman kejadian nyata ketika proses pembobolan dilakukan, dimana pembaca akan merasakan langsung apa yang disampaikan oleh penulis dalam bukunya tersebut.

Sayangnya pembobolan yang dilakukan oleh penulis tidak dapat dipraktikan semua, dikarenakan perkembangan teknologi internet yang selalu berkembang setiap saat sehingga memunculkan patch atau update-an terbaru untuk mengatasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti halnya yang dipraktikan oleh S’ to. Dengan penjelasan yang menggunakan bahasa-bahasa dalam komputer membuat pembaca terkadang tidak mengerti apa isi dari penjelasan tersebut. Tetapi, buku karangan S’ to yang berjudul Seni Internet Hacking sudah membuat pembaca terkesima dibuktikan dengan adanya cetakan ulang dan memiliki predikat “Best Seller”. 

Buku ini juga dilengkapi oleh cd include yang mencangkup video yang merekam kejadian nyata bagaimana proses pembobolan dilakukan, dimana pembaca akan merasakan langsung apa yang disampaikan oleh sang penulis dalam bukunya.
Readmore »

Jumat, 13 November 2009

Dunia Indah dengan Kumpulan Huruf dan Angka

“Yuki, ke warnet yuk ?” ucap Zahra seketika.
“Warnet ? Itu apa ?” balas saya sambil mengerutkan alis menandakan kebingungan karena tidak mengerti apa yang disampaikan.
“Ih bodoh, di jaman secanggih ini kamu tidak tahu warnet ?” balas Lina, teman sebangku saya.

Yah saya masih duduk dibangku SMP kelas 2 dan masih tidak mengenal internet dan segala macam tentang cyber-world. Dan saya pun berpikir bahwa internet hanya untuk orang-orang yang bekerja disuatu gedung dengan wajah serius yang menghadapkan wajahnya ke layar monitor. Dengan menggunakan pakaian rapih, berdasi dengan setelan baju yang harganya juga tidak murah, menggunakan jas dan menenteng sebuah komputer kecil yang istilahnya adalah laptop. Berjalan gagah ke dalam gedung-gedung bertingkat yang di dalam gedung tersebut terdapat mesin pendingin ruangan, itulah jalan pikiran saya.

Saya pun masih mengerutkan alis, dan dengan tanggap Tyas berkata, “Nanti saya beritahu kamu apa yang dinamakan warnet, sekarang kamu ikut saja dulu” sambil tersenyum kecil dan sedikit geli karena kebodohan saya yang tidak mengenal kata warnet.
Tibalah kami disalah satu rumah, tidak kumuh dan tidak mewah. Hanya terdapat banyak komputer yang berjajar rapi dengan nomor disetiap tempatnya. Dan berisikan orang yang sedang seru memandangi layar kaca monitor itu. Tanpa pikir panjang saya pun melangkah masuk mengikuti langkah dari teman-teman saya, sehingga kami dihadapkan sebuah monitor, keyboard, mouse dan lengkap dengan CPU disampingnya. Sebuah kotak di layar monitor itu menanyakan ID dan password kami, tanpa pikir panjang Tyas pun mengetikkan ID dan passwordnya. Saya pun sedikit bingung ketika mereka dengan lafalnya mengetikkan apa yang diminta oleh komputer tersebut.
Sehingga akhirnya Tyas pun berkata, “Sudah tahukan apa yang dimaksud warnet?”
“Iyah, tapi kenapa kesini? bukannya kamu sudah memiliki komputer sendiri?” ucap saya masih kebingungan.
“Hahaha, Yuki anehnya keluar !”, celetuk Zahra sambil menyentrungi kepala saya
Saya pun tetap tidak mengerti hingga akhirnya Lina berkata, “Itu internet sayang .. “
Saya pun terdiam termenung..
Yah, saya pernah mendengar kalimat internet. Tetapi kenapa kita bermain-main dengan internet? Bukannya internet bukanlah tempat kita bermain? Bukannya internet merupakan sekumpulan tulisan dengan isi yang berhubungan dengan politik, perkembangan negara dan berita-berita lainnya? Bukannya itu cukup membosankan? Lalu kenapa orang-orang yang berada di warnet ini tetap serius memandangi layar monitornya?

Saya yang masih kebingungan itu pun bertanya, “Memangnya di internet ada apa saja? Bukannya itu hanya untuk orang-orang yang sudah bekerja saja?”
Tyas yang mendengarkan ocehan aneh saya pun mengerutkan alisnya,
“Aduh Yuki, makanya kamu jangan diam saja di dalam rumah membaca kumpulan komik-komik. Sekali-kali cobalah kamu bergaul dengan sekelilingmu, internet ini memiliki semuanya dari yang namanya komik atau yang biasanya disebut dengan manga dan ada juga animenya. Kamu bisa mencari info-info terbaru tentang anime kesukaan kamu, bisa juga berkenalan dengan orang baru, atau juga mencari info seputar pelajaran”, ucap Tyas.

Saya yang mendengar penjelasan dari Tyas pun hanya terkagum-kagum dan beranggapan betapa hebatnya teman saya ini. Sehingga akhirnya 3 tahun terlewati bersama dan kami pun berpisah melanjutkan ke sekolah menengah atas.

“Yuki, online yuk?” kata online dari Djawa, teman sekelas dan sebangku saya ini sudah terbiasa terdengar menggunakan kata online.
“Mau mencari apa memangnya djaw?” ucap saya.
“Iseng aja, sudah lama tidak online jadi ingin mencoba lagi. Wah, jangan bilang kamu tidak mengerti online?” ucap Djawa sambil tersenyum becanda.
“Pernah sih, hanya waktu kelas 2 SMP. Itu juga hanya melihatnya saja”, ucap saya menanggapi ucapan Djawa dengan sedikit serius.
“Yaudah, makanya kita online. Malu donk, jaman secanggih ini tapi tidak bisa online, tidak mengerti dunia teknologi. Apalagi kita sekolah di SMA negeri?” sedikit kalimat dari Djawa yang membuat saya tertantang.
“Okey”, satu jawaban singkat dari saya. Sehingga sesudah pulang sekolah pun kami berjalan pulang menuju sebuah warnet.

Hm.. sudah lama sekali saya tidak ke warnet, apa yang saya lakukan nanti? Apakah saya bisa menggunakan komputernya dengan baik? Apakah saya akan terlihat bodoh di depan komputer itu? Begitulah pikirku ketika melihat sekumpulan komputer itu.
“Yuki, kamu di komputer sebelah saya yah?” kalimat singkat dari Djawa yang sedikit membuat saya terkaget.
“Oh iyah..” ucap saya dengan sedikit bingung.
Seketika saja, badan menjadi kaku dan sedikit grogi. Saya pun menekan tombol-tombol keyboard yang memang sudah saya hafal tempat-tempatnya.

“Okey, login pertama berhasil” ucap saya seketika.
Lalu saya mau apa? mendadak pikiran itu bergelut di otak saya.
“Haduh, ini mau buka apa?” kalimat ini pun selalu berbisik-bisik di pikiran saya. Sehingga saya memutuskan melirik ke tempat komputer teman saya.

“www.google.com.. itu apa djaw?” ucap saya seketika.
“Situs searching” kata Djawa yang sedikit cuek karena sudah seru dengan komputernya.

Wow, searching. Berarti saya bisa mendapatkan tokoh-tokoh anime melalui situs itu. Begitulah pikirku. Sehingga saya pun seru dengan situs search engine tersebut.

Setelah kejadian itu, entah kenapa saya pun menjadi kecanduan untuk menggunakan internet. Segala macam saya jelajahi, tetapi masih belum masuk katagori untuk mendownload atau pun membuat sebuah kode-kode yang berfungsi di internet.
Sehingga kecanduannya, saya sering menggunakan waktu sekolah saya hanya untuk pergi ke warnet. Tak heran nilai-nilai saya pun jatuh, ditambah lagi ketidak sukaan saya dengan mata pelajaran di sekolah saya.
Yang saya pikirkan adalah, sesudah SMA saya akan melanjutkan ke jurusan ilmu teknologi.

Sampai akhirnya, saya ditegur oleh guru fisika. Yah, saya memang jarang masuk pelajaran beliau, karena kondisi kelas yang tidak mendukung ditambah lagi dengan raut muka dari beliau yang membuat saya takut untuk mengikuti pelajarannya. Apalagi saya selalu di her untuk mata pelajaran fisika.
“Yuki, kamu mau masuk jurusan apa?” tiba-tiba guru fisika saya bertanya setelah saya mengerjakan soal di depan dengan susah payahnya.
“Jurusan komputer bu”, dengan raut muka yang sedikit takut.
“Jurusan komputer? Jurusan komputer harus memiliki nilai fisika dan hitungan yang baik. Kalau tidak kamu tidak akan bisa masuk dan sukses di dalam jurusan itu”, kalimat singkat yang cukup bisa membuat saya jatuh terkapar-kapar. Membuat nyali saya menciut dan sedikit ragu.

Sepulang dari kegiatan sekolah saya, saya pun sedikit sok karena kalimat dari beliau. Saya pun segera beralih tujuan ke arah design grafis, yang jauh lebih mengandalkan seni daripada memutar otak.
Setelah lulus dari SMA, saya memutuskan untuk mengikuti ujian di universitas negeri di Bandung, namun karena tidak mendapatkan restu Kakak saya. Saya pun mengurungkan niat melanjutkan belajar di jurusan design grafis, sehingga saya masuk jurusan Sistem Informasi di salah satu universitas swasta. Sedikit kecewa dengan kegagalan dalam tes SPMB, tidak mengurungkan niat saya belajar teknologi.

Saya pun menjadi kecanduan dengan internet, laptop, kode-kode dan segala program-program aneh yang berada di dunia maya tersebut. Tidak jarang saya menghabiskan waktu di rumah dan membolos mata kuliah hanya dikarenakan saya penasaran dengan apa yang saya lakukan dengan laptop saya.

Kata siapa nternet hanya tempat orang mencari jodoh dan orang kurang kerjaan? Bagi saya, internet merupakan media belajar yang sangat baik, segala ilmu terbuka di dalam internet. Tetapi, tergantung kemampuan brainware anda yang menampungnya, kalau tidak mampu anda hanya bisa menganggap itu sampah yang tidak berguna.

“Masih belum bisa.. “, itulah kalimat saya ketika dihadapkan kode dan Voo, laptop pemberian orang tua saya. 

Readmore »

Sabtu, 24 Oktober 2009

cyber-world

suatu kumpulan data yang hanya terdiri dari angka dan huruf
berbaris rapi menelusuri setiap baris dalam ruang
suatu kumpulan data yang membentuk sebuah dunia baru
menari indah layaknya ia ingin memamerkan keindahan dengan eloknya
membuat mereka tergiur dengan pesonanya
membuat mereka lupa akan dunianya
membuat mereka terpana dengan pesonanya

hanya sebuah dunia baru yang tidak memiliki aturan
tidak memiliki hukum dan tidak memiliki batasan
Yah .. cyber-world

dunia yang menyediakan segala informasi, dari legal dan ilegal
dunia yang membuat semuanya menjadi mungkin, dari yang rasional dan irasional
dunia yang membuat semuanya menjadi halal, dari tabu dan tidak tabu

tersihir di dalamnya sehingga terperangkap jauh ke dalam dunianya
meneliti setiap barisan kode hanya untuk mendapatkan kepuasan batin
menembus batasan rasional, aturan dan etika
hanya untuk memperoleh kepastian

itulah dunia ku
dunia yang hanya terdiri dari barisan angka dan huruf
dunia yang tidak mengenal aturan hukum
dunia yang mengajarkan kami untuk terus mencari dan mencari
tanpa peduli siapa yang merugi atau pun dirugikan
tanpa peduli privasi dan bukan privasi
tanpa peduli hukum yang berlaku dan hanya berlandaskan norma serta belas kasih
selebihnya kami bebas mengakses segalanya

itulah cyber-worlds
dunia yang terbentuk dari jaringan dan koneksi
yang dapat mengakses sebuah ilusi tanpa batas
sehingga aku pun terperangkap jauh di dalamnya

“ akseslah kami, “
“ maka kau pun akan menikmati sedikit indahnya pesona kami “
“ pelajarilah kami, ”
“ maka kau pun akan terhipnotis dengan ilusi yang kami ciptakan “
“ masukilah kami, “
“ maka kau pun akan merasakan keindahan dunia tanpa batas “

begitulah mereka berbisik di telinga ku
lalu ..
aku pun jatuh di dalam pelukannya



created by:
kuroi noshiroyuki at 24 october 09
Readmore »