Sabtu, 15 Mei 2010

The Man Who Cant Be Moved Chord Guitar

The man who can't be moved ..
Rekomendasi dari besties gua sekaligus tempat curhat gua ^^a, ahaha arigato nee besties :x
*keinget siapaa gitu kalo denger lagu ini (_ _")>*
Intro - G--F#/D--C--

       G                       F#/D
Going back to the corner where I first saw you,
     Am                               C
Gonna camp in my sleeping bag not I'm not gonna move,
      G                       F#/D
Got some words on cardboard got your picture in my hand,
     Am                               C
Saying if you see this girl can you tell her where I am,
    G                       F#/D
Some try to hand me money they don't understand,
     Am                               C
I'm not... broke I'm just a broken hearted man,
     G                       F#/D
I know it makes no sense, but what else can I do,
     Am                               C
How can I move on when I've been in love with you...


  G                                 D
Cos if one day you wake up and find that your missing me,
    Am                                   C
And your heart starts to wonder where on this earth I can be,
  G                                 D
Thinking maybe you'd come back here to the place that we'd meet,
    Am                             C             D
And you'd see me waiting for you on the corner of the street.


 G        D
So I'm not moving...
 Am       C
I'm not moving.


G                       F#/D
Policeman says son you can't stay her,
                 Am          C
I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year,
G                       F#/D
Gotta stand my ground even if it rains or snows,
    Am                               C
If she changes her mind this is the first place she will go.


  G                                 D
Cos if one day you wake up and find that your missing me,
    Am                                   C
And your heart starts to wonder where on this earth I can be,
  G                                 D
Thinking maybe you'd come back here to the place that we'd meet,
    Am                             C             D
And you'd see me waiting for you on the corner of the street.

 G        D
So I'm not moving...
 Am       C
I'm not moving.


 G        D
So I'm not moving...
 Am       C
I'm not moving.


 G        D
So I'm not moving...
 Am       C
I'm not moving.


Em                   Am
People talk about the guy
       C
Whos waiting on a girl...

Oohoohwoo

Em                    Am
There no hole in his shoes
          C
But a big hole in his world...

Hmmmm


Em                 D
Maybe I'll get famous as man who can't be moved,
 Am                        C              D
And maybe you won't mean to but you'll see me on the news,
Em                              D
And you'll come running to the corner...
Am
Cos you'll know it's just for you

I'm the man who can't be moved
          C
I'm the man who can't be moved...

  G                                 D
Cos if one day you wake up and find that your missing me,
    Am                                   C
And your heart starts to wonder where on this earth I can be,
  G                                 D
Thinking maybe you'd come back here to the place that we'd meet,
    Am                             C             D
And you'd see me waiting for you on the corner of the street.


 G        D
So I'm not moving...
 Am       C
I'm not moving.

 G        D
So I'm not moving...
 Am       C
I'm not moving.

 G        D
So I'm not moving...
 Am       C
I'm not moving.


 G                       F#/D
Going back to the corner where I first saw you,
 Am                           C           D
Gonna camp in my sleeping bag not I'm not gonna move


The Script - Man who can't be moved [MUSIC VIDEO]


Download Man who can't be moved mp3


Readmore »

Minggu, 18 April 2010

Hipotesis

Hipotesis merupakan suatu dugaan sementara terhadap masalah yang sedang diamati dalam usaha untuk memahaminya. Dikatakan dugaan sementara karena fakta atau kenyataan di lapangan mungkin mendukung atau membenarkannya, atau tidak membenarkannya sama sekali.

Fungsi hipotesis:
  • Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori.
  • Jika hipotesis sudah diuji dan dibuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada, kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru.

Adapun fungsi hipotesis menurut Nasution:
• Untuk menguji kebenaran suatu teori,
• Memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori dan
• Memperluas pengetahuan peneliti mengenai suatu gejala yang sedang dipelajari.

Ciri-ciri hipotesis yang baik menurut para pakar adalah:
o Masuk akal (reasonable)
o Menjelaskan hubungan antara variabel-variabel
o Dapat diuji
o Daya penjelas/eksplanasi yang rasional
o Konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada
o Dinyatakan sederhana dan seringkas mungkin.

Adapun yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan hipotesis, diantaranya:
  • Harus mengekpresikan hubungan antara dua variabel atau lebih, maksudnya dalam merumuskan hipotesis seorang peneliti harus setidak-tidaknya mempunyai dua variable yang akan dikaji.
  • Kedua variable tersebut adalah variable bebas dan variable tergantung. Jika variabel lebih dari dua, maka biasanya satu variable tergantung dua variabel bebas.
  • Harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, artinya rumusan hipotesis harus bersifat spesifik dan mengacu pada satu makna tidak boleh menimbulkan penafsiran lebih dari satu makna. Jika hipotesis dirumuskan secara umum, maka hipotesis tersebut tidak dapat diuji secara empiris.
  • Harus dapat diuji secara empiris, maksudnya ialah memungkinkan untuk diungkapkan dalam bentuk operasional yang dapat dievaluasi berdasarkan data yang didapatkan secara empiris.
  • Sebaiknya Hipotesis jangan mencerminkan unsur-unsur moral, nilai-nilai atau sikap.

Jenis-jenis hipotesis ada tiga, diantaranya adalah:
1. Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris
Hipotesis jenis ini berkaitan dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum yang kebenarannya diakui oleh orang banyak pada umumnya.
Contohnya:
“orang jawa halus budinya dan sikapnya lemah lembut”, “jika ada bunyi hewan tenggeret maka musim kemarau mulai tiba, “ jika hujan kota Jakarta Banjir”. Kebenaran-kebenaran umum seperti di atas yang sudah diketahui oleh orang banyak pada umumnya, jika diuji secara ilmiah belum tentu benar.

2. Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal
Pada kenyataannya dunia ini sangat kompleks, maka untuk mempelajari kekomplesitasan dunia tersebut kita memerlukan bantuan filsafat, metode, tipe-tipe yang ada.
Pengetahuan mengenai otoriterisme akan membantu kita memahami, misalnya dalam dunia kepemimpinan, hubungan ayah dalam mendidik anaknya. Pengetahuan mengenai ide nativisme akan membantu kita memahami munculnya seorang pemimpin.


3. Hipotesis yang digunakan untuk mencari hubungan antar variable
Hipotesis ini merumuskan hubungan antar dua atau lebih variable-variabel yang diteliti.
Dalam menyusun hipotesisnya, peneliti harus dapat mengetahui variabel mana yang mempengaruhi variable lainnya sehingga variable tersebut berubah.

Menurut bentuknya, hipotesis dirumuskan menjadi tiga yaitu:
1. Hipotesis Penelitian atau Kerja
Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam hipotesis ini peneliti menganggap benar hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress

2. Hipotesis Operasional
Hipotesis operasional merupakan hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut hipotesis nol (H0).
H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.

3. Hipotesis Statistik
Hipotesis statistik merupakan jenis hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif).
Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0

Cara merumuskan hipotesis ada beberapa tahapan, yaitu:
1. Rumuskan Hipotesis Penelitian,
Hipotesis penelitian ialah Hipotesis yang kita buat dan dinyatakan dalam bentuk kalimat.
2. Hipotesis Operasional,
Hipotesis operasional ialah mendefinisikan hipotesis secara operasional variable-variabel yang ada didalamnya agar dapat dioperasionalisasikan.

3. dan Hipotesis Statistik.
Hipotesis statistik ialah hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti.



Readmore »

Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:

1. Observasi Awal
Observasi awal berguna untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik topik yang akan diteliti melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
Observasi awal biasanya menggunakan referensi buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview dan lainnya.

2. Mengidentifikasi masalah
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Berikut tips dalam mengidentifikasi:
  • Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
  • Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
  • Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

3. Merumuskan atau menyatakan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah. Berikut tips dalam merumuskan atau menyatakan hipotesis:
  • Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
  • Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

4. Melakukan eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen yaitu,
  • Variabel bebas, merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
  • Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas.
  • Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.

Berikut tips dalam melakukan eksperimen:
  • Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
  • Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
  • Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
  • Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

5. Menyimpulkan hasil eksperimen
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
  • Jangan ubah hipotesis
  • Jangan abaikan hasil eksperimen
  • Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
  • Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
  • Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.



Readmore »

Sabtu, 17 April 2010

Menemukan Masalah dan Pemecahannya

Masalah
Masalah merupakan kesenjangan antara das sollen atau teori dengan das sein atau fakta empiris; antara yang ditetapkan sebagai kebijakan dengan kenyataan implementasi kebijakan. Dalam masalah terdiri dua jenis masalah, yaitu:

1. Masalah Sederhana (Simple Problem),
Ciri dari masalah sederhana adalah, berskala kecil, berdiri sendiri (kurang memiliki sangkut paut dengan masalah lain), tidak mengandung konsekuensi yang besar, pemecahannya tidak memerlukan pemikiran luas dan mendalam.
Pemecahan masalah dilakukan secara individual. Teknik yang biasa digunakan, dilakukan atas dasar intuisi, pengalaman, kebiasaan dan wewenang yang melekat pada jabatannya

2. Masalah Rumit (Complex Problem),
Ciri dari masalah rumit adalah, berskala besar, tidak berdiri sendiri (memiliki kaitan erat dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya memerlukan pemikiran yang tajam dan analitis.
Pemecahan masalah dilakukan secara kelompok yang melibatkan pimpinan dan segenap staf pembantunya. Jenis dari masalah ini adalah masalah yang terstruktur (struktur problems) dan masalah yang tidak terstruktur (unstructured problems).

a. Masalah yang Terstruktur,
Merupakan masalah yang jelas faktor penyebanya, bersifat rutin dan biasanya timbul berulang kali sehingga pemecahanya dapat dilakukan dengan teknik pengambilan keputusan yang bersifat rutin, repetitif dan dibakukan. Sifat pengambilan keputusannya adalah. relatif lebih mudah atau cepat, salah satu caranya dengan penyusunan metode, prosedur, atau program tetap.

b. Masalah yang tidak Terstruktur,
Merupakan penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat umum, tidak rutin, tidak jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak repetitif. Sifat pengambilan keputusannya adalah, relatif lebih sulid dan lebih lama, diperlukan teknik pengambilan keputusan yang bersifat non-programmed decision-making.

Pendefinisian Masalah
Setelah mengenal jenis masalah tersebut, maka akan dilakukan pendefinisian masalah. Dimana di dalam masalah tersebut terdapat komponen-komponen diantaranya, tantangan, tujuan dan peluang. Berikut cara pendefinisian masalah yang baik:
  • Fakta dipisahkan dari opini atau spekulasi. Data objektif dipisahkan dari persepsi.
  • Semua pihak yang terlibat diperlakukan sebagai sumber informasi.
  • Masalah harus dinyatakan secara eksplisit atau tegas, untuk menghindarkan dari pembuatan definisi yang tidak jelas.
  • Definisi yang dibuat harus menyatakan dengan jelas adanya ketidak-sesuaian antara standar atau harapan yang telah ditetapkan sebelumnya dan kenyataan yang terjadi.
  • Definisi yang dibuat harus menyatakan dengan jelas, pihak-pihak yang terkait atau berkepentingan dengan terjadinya masalah.
  • Definisi yang dibuat bukanlah seperti sebuah solusi yang samar.

Penyelesain Masalah
Penyelesaian atau pemecahan masalah adalah bagian dari proses berpikir. Sering dianggap merupakan proses paling kompleks diantara semua fungsi kecerdasan, pemecahan masalah telah didefinisikan sebagai proses kognitif tingkat tinggi yang memerlukan modulasi dan kontrol lebih dari keterampilan-keterampilan rutin atau dasar. Proses ini terjadi jika suatu organisme atau sistem kecerdasan buatan tidak mengetahui bagaimana untuk bergerak dari suatu kondisi awal menuju kondisi yang dituju. Berikut beberapa teknik pemecahan masalah:

1. Curahan Pendapat (Brainstorming) dan Konsensus.
Suatu metode untuk menghasilkan ide gagasan yang banyak mengenai topik tertentu secara kreatif dan efisien. Penyampaian ide-ide dilakukakn melalui proses yang bebas dari penilaian dan kritik.
Prosesnya:
  • Topik atau masalah dirumuskan dan ditulis dengan jelas
  • Tiap anggota tim secara bergantian memberikan idenya. Tak ada penilaian atau kritik
  • Begitu ide disampaikan ditulis pada kertas flipchart atau papan tulis dengan huruf yang dapat dibaca.
  • Demikian proses penyampaian ide terus berlangsung sampai ide tersebut habis.
  • Jika diperlukan, lakukan klarifikasi, penyederhanaan dan kombinasi.
Keunggulan Brainstorming:
  • Adanya spektrum pengetahuan yang lebih luas.
  • Pencarian alternatif keputusan lebih luas & variatif.
  • Adanya kerangka pandangan / perspektif yang lbh lebar.
  • Resiko keputusan ditanggung kelompok.
  • Karena keputusan kelompok, setiap individu termotivasi untuk melaksanakan (shared value ) .
  • Dapat terwujudnya kreativitas & inovasi yang lbh luas, karena adanya berbagai pandangan.
Kelemahan Brainstorming
  • Memakan waktu dan biaya lebih.
  • Efisiensi pengambilan keputusan menurun.
  • Keputusan kelompok dapat merupakan kompromi atau bukan sepenuhnya keputusan kelompok.
  • Bila ada anggota yang dominan, keputusan bukan mencerminkan keinginan kelompok.

Konsensus
Ide pokok dari konsensus adalah, kesepakatan tentang masalah dan cara pemecahan. Sangat efektif digunakan jika mereka yang terlibat memiliki pengetahuan yang relatif sama.

2. Penggunaan Kriteria dan Pembobotan.
Metode yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi & memilih alternatif keputusan terbaik. Digunakan kriteria dan bobot dengan angka-angka (skoring).
Manfaatnya, dapat mengurangi subyektivitas sehingga penilaian dapat menjadi lebih obyektif, serta dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti pemilihan alternatif proyek, pemilihan pegawai teladan dsb.

3. Teknik Moderasi (Moderation Technique).

Pengambilan Keputusan
Keputusan adalah pengakhiran atau pemutusan dari suatu proses pemikiran untuk menjawab suatu pertanyaan, khususnya mengenai suatu masalah atau problema.
Pengambilan keputusan merupakan proses pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, mulai dari identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan dan penganalisaan data dan informasi, pengembangan dan pemilihan alternatif, serta pelaksanaan tindakan yang tujuannya untuk memperbaiki keadaan yang belum memuaskan.
Keputusan lahir dari suatu proses yang rumit, diskusi intensif, berpikir bersama, dan brain storming mendalam dengan analisis yang tajam, multi dimensional atau interdisipliner . Pengambilan Keputusan

Tipe Keputusan
1. Keputusan terprogram (terstruktur)
  • Dibuat menurut kebiasaan, aturan, prosedur; tertulis maupun tidak.
  • Bersifat rutin, berulang-ulang.
2. Keputusan tak terprogram (tidak terstruktur)
  • Mengenai masalah khusus, khas, tidak biasa
  • Kebijakan yang ada belum menjawab.
  • Mis. pengalokasian sumber daya.

Teknik Keputusan Terprogram
1. Tradisional
  • Kebiasaan.
  • Mengikuti prosedur baku.
  • Saluran informasi disusun dengan baik.
2. Modern
  • Menggunakan teknik “operation research”:
          Formula matematika.
          Simulasi komputer.
  • Berdasarkan pengolahan data berbantu komputer.

Teknik Keputusan tidak Terprogram
1. Tradisional
o Kebijakan intuisi berdasarkan kreativitas.
o Coba-coba (trial n error ) .
o Seleksi dan latihan para pelaksana.
2. Modern
o Teknik pemecahan masalah yang diterapkan pada :
   - Latihan pembuatan keputusan.
   - Penyusunan program komputer empiris.

Ciri Keputusan yang Baik:
• Berkaitan langsung dengan sasaran dan tujuan.
• Rasional / logis dalam arti menuntut pendekatan ilmiah.
• Mudah & dapat dilaksanakan (feasible, executable ) .
• Dapat difahami dan diterima semua pihak ( acceptable ) .
• Menggabungkan pendekatan teori, kemampuan berpikir dan pengalaman.
• Tepat waktu dalam arti jangan mengambil keputusan kalau memang belum perlu.



Readmore »

Selasa, 30 Maret 2010

Penulisan Karya Ilmiah


Seperti yang dijelaskan dalam posting kemaren, bahwa karya ilmiah merupakan laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Dalam penulisan karya ilmiah terdapat aturan dan tahap untuk membuatnya, aturan dan tahapan tersebut berfungsi untuk menghindarkan kesalahan pada penulisan karya ilmiah.

Berikut tahapan persiapan menulis karya ilmiah, yaitu:
1.      Tahap persiapan
a.       Menemukan masalah atau mengajukan masalah yang akan dibahas dalam penelitian. Serta didukung oleh latar belakang, identifikasi masalah, batasan, dan rumusan masalah.
b.      Mengembangkan kerangka pemikiran yang berupa kajian teoritis
c.       Mengajukan hipotesis atau jawaban atau dugaan sementara atas penelitian yang akan dilakukan
d.      Metodologi (mencakup berbagai teknik yang dilakukan dalam pengambilan data, teknik pengukuran, dan teknik analisis data)
2.      Tahap penulisan: perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai
3.      Tahap penyuntingan: dilakukan setelah proses penulisan dianggap selesai.


Komponen Karya Ilmiah
Karya ilmiah terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1.      Bagian awal (pelengkap pendahuluan atau awal)
2.      Bagian isi atau tubuh karangan (merupakan inti)
3.      Bagian akhir (pelengkap akhir)

1. Bagian awal terdiri dari:
Halaman judul
- kata pengantar atau prakata
- sari (abstrak)
- daftar isi
- daftar tabel
- daftar gambar
- daftar lampiran

2.      Bagian isi atau tubuh karangan
Bab I Pendahuluan         
1.1  Latar Belakang Masalah
      1.2 Rumusan Masalah
      1.3 Tujuan Penelitian
      1.4 Ruang Lingkup Kajian
      1.5 Sumber Data
      1.6 Metode Penelitian
      1.7 Sistematika Penulisan atau Penyajian
Bab II Deskripsi Masalah
     (data menurut literatur dan survei)
Bab III Pembahasan
     (komentar penulis atas data yang diperoleh atau pembahasan masalah menurut pemikiran penulis)
Bab IV Kesimpulan dan Saran

3. Bagian pelengkap akhir
a. Daftar pustaka
b. Lampiran (apendiks)
c. Indeks
d. Riwayat hidup


Readmore »